REVIEW FILM: KABHI ALVIDA NAA KEHNA


 Terlahir dari seorang ibu yang suka dengar lagu-lagu india saat beraktivitas. Akhirnya ikut juga suka dengan lagu-lagu india, begitu pun dengan kedua kakak lelaki saya. Saat beranjak remaja, akhirnya saya tahu bahwa setiap lagu india itu ada filmnya. Bukan hanya sekadar lagu yang dinyanyikan seorang penyanyi seperti lagu-lagu dari negara lain.

Film Bollywood, sebutan untuk film-film yang berasal dari negeri prandavan itu memang memiliki ciri khas yaitu drama musikal. Semua film yang diproduksi pasti akan ada lagu diawal, pertengahan, ataupun di akhir film. Lagunya itu sesuai dengan perasaan atau situasi yang dihadapi pemain.

Film India dan Shah Rukh Khan

Dimana ada film india terkenal sampai ke Indonesia, pasti pemainnya Shah Rukh Khan. Keduanya susah dipisahkan. Bahkan pernah dinobatkan menjadi The King Bollywood. Film-film yang dia bintangi selalu boom, meledak dipasaran, apapun perannya. Termasuk dengan film yang ingin saya review disini.

Sebenarnya saya menghindari film-film tentang pengkhianatan. Jalinan kisah kasih terlarang. Sebuah hubungan yang menghancurkan kehidupan nyata, dan semuanya jadi konflik utama dalam film.

Namun, rasanya film ini tuh beda, sampai menuntun saya untuk nonton hingga tuntas. Mungkin, awalnya hanya penasaran karena melihat potongan adegan film saat scrolling media sosial. Caption dalam potongan adegan itu tertulis, saat istri sah dan selingkuhan berjalan beriringan menghampiri.

Film Kabhi Alvida Naa Kehna

Film Kabhi Alvida Naa Kehna merupakan film drama percintaan pasangan suami istri. Dimana konflik utamanya berkisah tentang perselingkuhan. Sebuah kisah asmara yang tidak semestinya terjalin.

Daftar Pemain

Film ini memiliki deretan daftar pemain yang tidak kaleng-kaleng loh, pasti familiar, kan:

  • Shah Rukh Khan sebagai Dev Saran
  • Rani Mukerji sebagai Maya Talwar
  • Abhishek Bachan sebagai Rishi Talwar
  • Pretty Zinta sebagai Rhea Saran
  • Amitabachan sebagai Samarjit Singh

     Sinopsis

Film ini menceritakan dua pernikahan menyesakkan hati hingga mengarahkan ke perselingkuhan untuk mengisi kekosongan. Drama kehidupan rumah tangga romantis berakhir menjadi kehidupan nyata yang tidak lagi hangat. Tiap dari mereka tidak dapat mengurai kekurangan dari setiap pasangan. Merasa diri sendiri paling benar. Hingga lambat laun kian berjarak meskipun tinggal satu atap. Akankah mereka berempat bisa keluar dari pernikahan atau menerima nasib mereka masing-masing?

Lagu

Bukan film india kalau tidak ada lagunya. Iya, kan. Begitupun film Kabhi Alvida Naa Kehna, pasti dong ada lagu-lagunya juga. Hanya saja, dari sekian lagu hanya dua yang menurut saya enak didengar. Pertama lagu yang berjudul sama dengan judul filmnya. Kedua lagu yang berjudul Tumhi Deko Na, liriknya menggambarkaan perasaan Dev dan Maya yang sedang dimabuk asmara.

Review Film

Film ini beralattar di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Bermula dari pertemuan yang tidak disengaja antara Dev Saran dengan Maya Talwar dalam acara pernikahan. Dev ingin menjemput ibunya sesuai pesan dari sang istri, Rhea Saran. Saat ditemui, ibunya tengah sibuk menyiapkan acara pernikahan orang sebangsanya dan menunggu pengantin perempuan yang tiba-tiba menghilang. Acara pernikahan tertunda dan membuatnya kesal, hingga menyuruh Dev keluar dan menunggu.

Dev pun berjalan keluar sesuai titah sang ibu. Saat menelusuri jalan dan berniat melempar sisa permen karet dari mulutnya. Seorang perempuan berbusana pengantin india meneriakinya.

“Hei! Jangan lakukan.”

Dia berteriak membuat Dev terkejut hingga membatalkan niatnya. Kemudian menghampiri perempuan dan duduk disisinya. Tanpa basa-basi, Dev meminta perempuan untuk masuk agar acara pernikahan segera dimulai dan ibunya bisa pulang.

Dalam balutan pakaian pengantin warna merah, Maya ragu. Apakah menikah dengan Rishi Talwar, temannya sedari kecil adalah keputusan benar? Karena menurutnya pertemanan yang terjalin lama, sudah tidak ada cinta didalamnya.

Namun, Dev membantah keraguan Maya. Buktinya dia bisa mencintai sahabatnya (Rhea) saat dibangku kuliah, menikah, dan memiliki anak. Sampai  usia pernikahan mereka sudah berjalan lima tahun lamanya.

Perkataan Dev berhasil mendorong Maya untuk melanjutkan pernikahan. Meskipun tersisa pertanyaan dalam benak Maya.

“Bagaimana kalau setelah menikah aku menemukan cinta sejatiku?”

Dev Saran

Seorang pemain sepak bola yang membawa nama klubnya dalam masa kejayaan. Hingga sebuah kecelakaan merenggut kebanggaan dalam dirinya. Hidupnya hancur karena kakinya sudah tidak dapat bermain sepak bola. Bahkan tidak dapat berjalan dengan normal.

Ketidakberdayaan dirinya dalam sepak bola menjadikan Dev lelaki arogan. Memaksa anaknya Arjun untuk menjadi bintang sepak bola. Membalaskan kekecewaan dalam dirinya kepada anak semata wayang. Padahal Arjun hanya tertarik dengan biola bukan bola.

Dev kian terpuruk karena karirnya hancur bersama kaki yang cacat. Sedangkan karir istrinya melejit dan meroket sebagai ketua redaksi sebuah majalah wanita terkenal di Amerika.

Rhea Saran

Seorang istri dan ibu yang menerima pekerjaan yang dari dulu diincar. Pekerjaan yang tertunda karena melahirkan anak. Saat Arjun Saran lahir dan tumbuh, kesempatan bekerja yang ditawarkan langsung diterimanya dengan senang hati.

Setelah suaminya mengalami kecelakaan. Tanggung jawab dalam rumah tangga beralih fungsi. Rhea menjadi tulang punggung keluarga sedangkan Dev menjadi pengasuh Arjun. Meskipun sesekali melatih sepak bola di tim sekolah anaknya.

Maya Talwar

Perempuan introvert yang keibuan dan merupakan seorang guru di taman kanak-kanak. Menikah dengan seorang lelaki pebisnis di dunia hiburan, Rishi Talwar. Teman sedari kecil, terutama setelah kedua orang tua Maya meninggal dunia. Rishi dan ayahnya (Samarji Singh) telah menganggap Maya bagian dari keluarga mereka.

Persahabatan mereka melahirkan benih cinta dalam hati Rishi, tapi tidak dengan Maya. Setelah menunggu sekian lama. Lamaran Rishi akhirnya diterima Maya walaupun terselip keraguan.

Maya sangat menyayangi Rishi, tapi bukan layaknya cinta sepasang suami istri. Melainkan kasih sayang seperti Ibu dan anak. Maya selalu menganggap Rishi anak kecil yang suka berpesta dan tidak bisa diatur.

Rishi Talwar

Lelaki extrovert dengan usaha bisnis sebagai event organizer pesta yang mengharuskan dirinya menyukai dunia malam dan hiburan. Meski demikian, cinta dan perasaannya hanya ditujukan kepada istrinya, Maya Talwar. Tidak sekalipun dia tergoda dengan perempuan lain.

Konflik

Pernikahan Dev dan Rhea semakin tidak harmonis. Ketimpangan pekerjaan dan alih fungsi tanggung jawab menjadi pemicu setiap pertengkaran. Dev merasa istrinya telah merenggut harga dirinya sebagai suami. Sedangkan Rhea merasa harus mempertahankan pekerjaan agar hidup mereka berkecukupan dan memberikan kehidupan layak bagi anaknya karena Dev sudah tidak dapat diandalkan.

Begitupun dengan Maya dan Rishi. Ketidakharmonisan rumah tangganya kian terasa disaat Maya sudah tidak bergairah melayani suaminya diatas ranjang. Rishi bukan lelaki romantis, jarang berbicara/berdiskusi tentang hal remeh. Dia lelaki yang menganggap masalah akan selesai dengan sendirinya tanpa harus diperdebatkan. Tipikal lelaki yang tidak masuk kategori suami idaman bagi Maya.

Maya kian menarik dirinya dari sang suami dan Dev kian jauh dari istrinya yang semakin sibuk dengan pekerjaan. Sebenarnya Maya sadar bahwa rumah tangganya tidak baik-baikk saja dan ingin memperbaikinya, tapi harus mulai darimana. Dev pun demikian. Dia paham betul bahwa apa yang dilakukan istrinya semata-mata demi kehidupan keluarganya. Namun, rasa kosong tetap saja menyelimuti hati mereka berdua. Hingga tanpa sengaja setelah 4 tahun lamanya, mereka bertemu kembali.

“Kami hanya dua orang yang sama-sama merasakan kekosongan setelah ditinggal pasangan hidup selamanya. Kami hanya saling berbagi dan mengisi waktu.”

Kalimat itu terlontar dari mertua Maya, Samarjit Singh saat dipergoki berduaan dengan ibu Dev di depan stasiun saat Dev dan Maya tak sengaja bertemu. 

Benih-Benih Perselingkuhan

Kalimat dari mertua Maya dan Ibu Dev membuat Maya dan Dev menjalin persahabatan. Mereka hanya ingin mengisi kekosongan dan saling menghibur. Bahkan mereka ingin saling memperbaiki hubungan rumah tangga mereka dengan bertukar pikiran dan saran.

Namun, nyatanya intensitas pertemuan yang lebih banyak dibanding bertemu dengan pasangan hidup masing-masing menjadi benih-benih perselingkuhan. Hal yang pada awalnya mereka sangkal, tidak akan ada cinta dalam persahabatan, kini jadi boomerang.

Rhea Saran dan Rishi Talwar

Sebenarnya Rhea dan Rishi berteman cukup dekat, berawal dari urusan bisnis. Mereka pun menceritakan keresahan tentang hubungan rumah tangga masing-masing dan saling memberi saran. Hanya saja tidak ada benih cinta karena pertemuan mereka sangat jarang.  

Pada akhirnya Rhea mengakui bahwa dirinya salah dan berusaha menjadi istri sesuai fungsinya. Bahkan menolak kenaikan jabatan demi menyelamatkan kehidupan rumah tangganya bersama Dev. Begitupun Rishi, dia berusaha menjadi suami yang diidamkan oleh Maya dan menuruti apa pun keinginan istrinya.

Namun, sangat disayangkan Dev dan Maya kian tenggelam dalam benih-benih cinta yang mendalam dan menggelora. Sampai tak menyadari usaha yang dilakukan pasangan hidup mereka demi keutuhan rumah tangga.

Kesimpulan

Dari Maya dan Dev kita bisa ambil kesimpulan bahwa tidak ada pembenaran terhadap perselingkuhan. Mau tidak mau, selingkuh itu hanya sebuah pelarian yang menghancurkan kehidupan nyata. Mereka berdua harus menghadapi konsekuensi atas apa yang sudah diperbuat. Menebus semua kesalahan.

Rating

Duh, kalau ditanya rating. Saya bingung jawabnya. Bukan pecinta film begini. Diawal pun saya bilang, sebenarnya ini film bukan film saya banget karena benci sama perselingkuhan. Soalnya pernah jadi korban selingkuh, jadi muak rasanya, hehehe.

Menurut saya pribadi, film ini beda dari film perselingkuhan lainnya yang lagi booming di drama seri Indonesia yang wow banget dramanya. Contoh; Jangan Salahkan Aku Selingkuh, Ipar Adalah Maut, atau Jalinan Terlarang. Di drama-drama itu kaya ngebikin orang yang nonton jadi berani selingkuh bermodalkan contoh diadegan film. Hanya nonton potongan adegan drama seri itu di media sosial aja bikin saya enek, bukan penasaran. Serius.

Namun herannya, sama Film Kabhi Naa Kehna ini saya malah penasaran sampai langsung nyari platform resmi buat nonton (di Prime Time). Saya berani bilang film ini layak ditonton untuk pasangan suami istri karena banyak banget pembelajaran hidupnya. Habis nonton tuh, justru ada perasaan takut selingkuh. Dalam film dilihatin bagaimana Maya dan Dev menghadapi konsekuensi perselingkuhan mereka. Walaupun mereka sudah mengaku salah dan jujur sama pasangan masing-masing.

Di akhir-akhir film ada adegan akhirnya Rhea bertemu Maya. Disitu Maya pasrah banget mau diapain sama Rhea, disiram air atau ditampar pun akan dia terima. Namun, Rhea perempuan berkelas yang tidak mempermalukan perempuan lain dihadapan umum. Justru sikap Rhea itu membuat Maya jadi malu dan merasa bersalah banget.

"Tolong jangan terlalu baik padaku."

Rhea membalasnya dengan berkata, "Kamu akan mendapat balasan setelah hidup bersama dengan Dev.”

Pokoknya disitu Rhea keren banget. Saya ikutan bangga sama perempuan-perempuan tangguh yang tidak terpancing emosi atau cari keributan. Pokoknya kalau diselingkuhin jangan kebanyakan bicara. Cukup terima takdir dan bangkit jadi perempuan berkelas. Tuhan pasti akan ganti pasangan yang jauh lebih baik. 

Wkwkwkwk, jadi kaya curcol. Pokoknya gitu deh riview film dari saya. Selamat nonton filmnya, usahain nonton di plaform resmi, ya. Oke, sekian, bye.

REVIEW FILM: KABHI ALVIDA NAA KEHNA REVIEW FILM: KABHI ALVIDA NAA KEHNA Reviewed by Dwi Noviyanti on December 14, 2025 Rating: 5

No comments:

Followers

Powered by Blogger.